Langsung ke konten utama

Postingan

Untuk Mereka

Kini bukan hanya para pemerintah yang tak manusiawi Namun juga rakyatnya yang berprilaku tak tahu diri Membuat kegaduhan tanpa aturan  Menimbulkan kerusahan yang tak sedikit pun menguntungkan Lihatlah, koruptor menjijikan itu kini tengah tertawa lepas Menyaksikan kebiadaban kalian di luar sana Yang seolah ingin menegakan keadilan Namun tak sedikitpun kalian menggunakan pikiran Bukan begitu caranya bung… Membakar ban di tengah jalan, sudah tidak zaman Menimbulkan kemacetan apanya yang menguntungkan Kita aktifis berpendidikan, banyak cara tuk tegakan keadilan Biarkan si bajingan itu menikmati hasil rampoknya Lihat saja, sampai kapan mereka akan bahagia Aku pikir tidak akan lama lagi Sesuai naskahnya, besok senin ia akan mati

Goresan Kegelisahan

Sampai kapan kita saling caci maki Konsep keagamaan lahir untuk perdamaian Kenapa malah jadi pertikaian? Atau mungkin kalian kurang baca? Makanya jadi kesetanan? Kalau agama menjadi alat utama tuk lahirkan peperangan Minta izin ke orangtuamu, Jadi atheis sekalian Percaya tidak percaya Muhammad, Yesus, Siddharta Gautama Sedang panik di depan Sang pencipta Menunduk malu, melihat banyak pengikutnya Yang lebih amis dari anjing tak berbulu. -----------------------------------------------------------------------------------------------------  Aku pernah mencintai Indonesia, sampai banyak bicara Pernah berisik dalam perbincangan agama, Menjadi bagian dari para pencari perdebatan Lalu aku memilih usai Bukannya, “menjadi” dan “menikmati” Lebih baik dari “meminta” dan “menghakimi?” Bukannya “menghargai” dan “menjalani” Lebih baik dari “menghardik” dan “sok paham”? Bukannya menjadi teman bicara Lebih baik dari lawan bicara? ...

Teruntuk Wanita Berkerudung Jingga

Selamat senja, wanita berkerudung jingga Sedang apa kau sekarang Yang jelas tidak sedang memikirkanku bukan Itu memang bukan tugasmu, tetapi kewajibanku Wanita berkerudung jingga Aku senang melihatmu dalam diam Jangan menoleh jika sedang kutatap Aku hanya takut kau tidak merasa nyaman Wanita berkerudung jingga Hatiku juga sukar berkata rindu Tidak tahu, sungguh Rindu apa yang selalu memikirkanmu Namun aku senang, kuharap kau juga begitu Wanita berkerudung jingga Aku ingin bertemu ibumu Tapi takut untuk menatapnya Pasti wajahnya tak jauh indahnya sepertimu Wanita berkerudung jingga Sepertinya Guru ngajiku salah Awalnya dulu aku percaya Ia bilang bidadari hanya ada disurga Lantas kau apa? Apakah Allah salah menempatkanmu?

Stop Meracuni Anak Dengan Lagu-Lagu Dewasa

Pada zaman sekarang ini, musik sepertinya tidak lagi bisa dikonsumsi oleh semua elemen masyarakat, terutama anak-anak. Sebab, hilangnya lagu anak-anak dan boomingnya lagu-lagu dewasa, menjadi salah satu penyebab utama. Jika dahulu mereka masih diperdengarkan dengan lagu dan lirik yang seusianya, sekarang justru sangat jarang ditemukan.  Hal ini bisa menjadi teguran bagi pertelevisian Indonesia yang di mana banyak acara-acara musik di dalamnya. Sebab yang saya lihat, acara musik hanya diperuntukkan untuk penonton dewasa saja. Padahal, tidak hanya masyarakat dewasa saja yang menonton acara tersebut, sebagian juga anak-anak. Memang tidak salah, tetapi dengan musik yang liriknya menjerumus ke bahasa dewasa seperti jatuh cinta, sakit hati, patah hati dan sebagainya lah yang menjadi permasalahan. Entah apa sebenarnya yang membuat hilangnya lagu anak-anak di Indonesia. Dari pandangan saya prbadi, ini terjadi karena lagu dewasa sekarang lebih laku ketimbang lagu anak-anak. Ji...

Menjelajahi Berbagai Museum Di Taman Mini

Hai, perkenalkan namaku Anjar Setio Mukti, panggil saja Anjar. Aku adalah murid Homeschooling biMBA. “homeschooling? yang belajarnya di rumah, gak asik ih, gak ada temen, gak bisa berbaur sama orang-orang." Iya itu menurut kebanyakan orang. Kali ini, aku akan membagikan pengalamanku saat kegiatan outing bersama teman-teman homeschooling. Mari disimak ya biar tidak salah kaprah! Ahh masa sih, kan home itu artinya rumah. Makanya simak dulu cerita saya!! Tanggal 12 oktober, saya dan teman-teman akan pergi ke Taman Mini untuk menjelajahi museum-museum yang belum pernah kita masuki sebelumnya. Satu mobil AVP dan fortuner adalah kendaraan yang siap membawa kami menuju ke sana. Jam menunjukan pukul 07:00, aku pun langsung bergegas menuju kamar mandi, selesai mandi dan menggunakan pakaian rapih aku langsung menuju ke biMBA menggunakan kuda besi biruku. Benar saja, saat aku sudah sudah sampai di sana, dua mobil cantik mengkilat sudah mengeluarkan suara mesinnya, itu pertanda ia s...

Senjata Makan Tuan

Suatu hari, ada seorang anak SD bertanya kepada ayahnya mengenai apa itu politik. “Pak, politik itu apa sih?” Tanya Tono kepada bapaknya. “Duh Nak, pertanyaanmu terlalu berat untuk anak seusiamu,” Jawab bapakTono. “Tapi Tono pengen tau Pak.” Tanya Tono kembali. “Yaudah begini saja, bapak coba jelaskan sedikit dengan bahasa yang mudah dimengerti” Jawab si bapak sambil mengusap-mengusap rambut Tono “Nah, gitu dong Pak” Tutur Tono sambil tersenyum. “Bapak kan kepala keluarga yang tugasnya mencari nafkah, dimisalkan bapak ini kapitalisme. Kalo ibumu itu mengatur keuangan untuk keluarga, diibaratkan ibumu itu pemerintah. Kapitalisme dan pemerintah, jadi bapak dan ibumu tugasnya memenuhi kebutuhanmu sebagai anak, dan bapak mengibaratkan kamu ini rakyat. Nah, bi Inem pembantu kita, bapak umpamakan sebagai buruh dan adikmu yang masih kecil itu bapak anggap masa depan. Jadi kalo diibaratkan politik itu seperti itu. Sekarang coba kamu pikirkan sendiri, coba hubungkan dengan kehidupan ...

Mengenal Dunia Luar Angkasa Saat Kunjungan Ke Planetarium Jakarta

Planetarium Jakarta merupakan salah satu dari empat wahana simulasi langit   yang ada di Indonesia. Ada empat daerah di Indonesia yang memiliki wahana tersebut, antara lain yaitu Kutai, Kalimantan Timur, Surabaya, dan Jakarta. Namun, dari keempat wahana luar angkasa tersebut, Planetarium Jakarta yang terletak di Taman Ismail Marzuki merupakan yang tertua. Tempat itu merupakan sebuah gedung teater yang memperagakan simulasi bintang-bintang dan benda luar angkasa. Bentuk atap dari ruangannya sangat unik. Saat memasukinya, memang tampak seperti gedung teater biasa. Namun, bentuk atapnya persis menyerupai bola. Nah, atap itulah yang nantinya menjadi layar kita saat menyaksikan pertunjukan. Kali ini saya ingin membahas tentang kegiatan outing yang yang baru saja kami laksanakan kemarin.. Outing atau tamasya merupakan kegiatan wajib Homeschooling biMBA yang diadakan minimal dua kali dalam satu tahun. Kegiatan ini merupakan wisata edukasi ke tempat-tempat bersejarah dan te...